AdvertorialKutai TimurPemkab Kutim

BPBD Kutim Siapkan Pelatihan Lanjutan TRC, Camat Wajib Hadir untuk Percepatan Kesiapsiagaan Bencana

Kronikkaltim.com – Kutim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana kembali mengundang seluruh camat pada tahun 2026 untuk mengikuti pelatihan lanjutan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan percepatan penanganan bencana di wilayah Kutim.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan pelatihan lanjutan tersebut akan menghadirkan pemateri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memberikan pendalaman materi yang lebih komprehensif mengenai urgensi, fungsi, dan mekanisme kerja TRC di tingkat kecamatan.

“Kami ingin nanti yang hadir adalah para camatnya langsung. Dengan narasumber dari BNPB, penjelasan akan lebih lengkap dan akhirnya pembentukan TRC di tiap kecamatan bisa benar-benar terwujud,” ujar Muhammad Naim, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).

Naim menambahkan, pelatihan ini penting karena hingga saat ini belum semua kecamatan membentuk TRC multisektor, meskipun BPBD telah memberikan pelatihan dasar sebelumnya. Menurutnya, kehadiran para camat secara langsung akan memperkuat komitmen pembentukan TRC di wilayah masing-masing.

“Peran camat sangat penting. Jika camatnya hadir langsung, koordinasi dan tindak lanjutnya akan lebih cepat,” lanjutnya.

Ia menjelaskan TRC kecamatan idealnya diisi oleh unsur lintas sektor, mulai dari perangkat kecamatan, kepolisian, TNI, tenaga medis, relawan desa, hingga masyarakat yang memiliki kemampuan dasar penanganan bencana.

“Dengan struktur yang lengkap, TRC akan mampu memberikan respons awal yang efektif sebelum BPBD kabupaten turun tangan secara penuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pembentukan TRC kecamatan sangat dibutuhkan mengingat luas wilayah Kutim dan variatifnya potensi bencana di masing-masing kecamatan, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, hingga tanah longsor.

“Kami berharap pelatihan lanjutan ini mendorong kesiapsiagaan yang lebih kuat di seluruh kecamatan. Bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga keberadaan TRC lokal menjadi ujung tombak penanganan awal,” pungkasnya.(Adv).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button