Setiap Sekolah Wajib Siapkan Guru Inklusi untuk Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus

Kronikkaltim.id, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat layanan pendidikan inklusif dengan mewajibkan setiap sekolah menyiapkan guru inklusi untuk menangani siswa berkebutuhan khusus.
Kebijakan ini disampaikan Kadisdikbud Kutim, Mulyono, ia menyebutkan hal ini sebagai langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang tertinggal dalam proses belajar, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus dalam aspek kognitif, sensorik, perilaku, maupun perkembangan.
“Langkah ini kita ambil karena semakin tingginya kesadaran publik terkait pentingnya akses pendidikan setara bagi seluruh anak. Jadi semuanya harus merata,” ujar Mulyono, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (02/12/2025).
Meski begitu, ia mengatakan para guru inklusi harus melalui pelatihan khusus yang mencakup metode pengajaran diferensiasi, teknik komunikasi dengan siswa berkebutuhan khusus, hingga penanganan situasi darurat di ruang kelas.
“Guru inklusi bukan hanya pendamping, tapi fasilitator yang memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar terbaik,” jelasnya.
Menurut data dinas, jumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler di Kutim meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang tua memilih sekolah umum ketimbang sekolah luar biasa, dengan harapan anak mereka dapat bersosialisasi lebih luas.
“Sejumlah sekolah yang lebih dulu menerapkan konsep ini mengaku merasakan dampak positif, baik bagi siswa berkebutuhan khusus maupun siswa lainnya,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah daerah juga menyiapkan pusat layanan disabilitas untuk mendukung kerja para guru inklusi, termasuk layanan psikologi, terapi, serta asesmen lanjutan. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam membangun ekosistem pendidikan yang benar-benar ramah semua anak.
“Kita menargetkan seluruh sekolah baik negeri maupun swasta memiliki minimal satu guru inklusi dalam dua tahun ke depan,” tutupnya.(Adv)




