Truk Material Perusahaan Lintasi Jalan Umum di Sekerat, Warga Tertabrak dan Keselamatan Disorot

Kronikkaltim.com, Kutim – Adanya aktivitas truk yang mengangkut muatan material menuju salah satu perusahaan yang ada di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang melintas di jalan umum mulai menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Pasalnya, salah satu warga bernama Ervyana yang beralamat di Gang Pinrang, Desa Sekerat, mengalami insiden tertabrak truk di Simpang tiga Kantor Desa Sekerat, saat hendak menuju Kantor Desa Sekerat.
Herman, warga Desa Sekerat yang juga merupakan kakak dari korban mengungkapkan insiden tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026 lalu dan korban mengalami luka-luka, utamanya dibagian kepala.
“Hari ini ada lagi insiden kendaraan bermotor yang menabrak truk di Sekurau, Desa Sekerat,” ujar Herman saat dikonfirmasi via telpon WhatsApp, Jumat (30/01/2026).
Herman mengaku, ia bersama dengan sejumlah warga telah melarang truk muatan material untuk melintas di jalan kampung dan mengalihkan ke jalur hauling yang telah ditetapkan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya diindahkan.
“Jalan haulingnya sementara ditutup oleh pemilik lahan, makanya truk-truk ini dialihkan ke jalan umum tanpa konfirmasi dari Pemerintah Desa Sekerat kepada warga. Seenaknya aja langsung dipindahkan begitu saja,” katanya.
Ia mengungkapkan warga sempat menahan truk agar tidak melalui jalur umum, karena khawatir dengan keselamatan masyarakat, agar tidak terjadi lagi insiden tertabrak truk seperti yang dialami adiknya.
“Kami tahan truk-truk yang melintas, untuk memperjuangkan keselamatan masyarakat, tapi pemerintah desa tidak ada yang mendukung kami untuk melakukan penahanan truk. Padalah yang kami tahan itu hanya kendaraan truk-truk saja, bukan kendaraan warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan pemerintah desa yang dinilai kerap mengabaikan keselamatan masyarakat. Menurutnya, berbagai kebijakan dan aktivitas yang dilakukan seharusnya lebih mengutamakan aspek keamanan demi mencegah terjadinya risiko yang dapat merugikan warga.
“Mereka tidak memikirkan bagaimana keselamatan keluarga kami, mereka hanya memikirkan bagaimna bisnis mereka bisa berjalan,”
Ia juga menjelaskan pihak desa sebenarnya telah merencanakan mediasi yang dijadwalkan berlangsung pada hari sebelumnya. Namun, mediasi tersebut tidak jadi dilaksanakan.
“Sampai hari ini belum ada kejelasan soal mediasi lanjutan dari pemerintah desa, sementara truk-truk muatan material ingin tetap melanjutkan kegiatan. Kalau begini terus warga dan sopir-sopir truk ini pasti akan berbenturan dilapangan,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi awak media ini melalui chat WhatsApp, Kepala Desa Sekerat, Sunandhika, membenarkan adanya insiden seorang warganya yang tertabrak truk.
“Permasalahan itu sudah selesai dan sudah ada kesepakatan antara korban dengan pemilik kendaraan. Korban juga sudah diberikan biaya rumah sakit, sesuai informasi yang saya dengar,” ujarnya.
Namun, saat ditanya terkait tindakan warga yang melakukan penahanan truk yang melintas di jalan umum, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. Yang bersangkutan belum memberikan komentar, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Pihak perusahaan pemilik kendaraan hingga kini juga masih diupayakan untuk dimintai keterangan guna melengkapi pemberitaan
Penulis : Heristal




