HeadlineKaltimKutai Timur
Trending

Kongbeng Membara! 1 Nyawa Gagal Diselamatkan Meski Api Dijinakan, Damkar Terhambat Jarak dan Kondisi Jalan

Kronikkaltim.id – Kutai Timur – Dikabarkan pada Senin (23/2/2026) saat terik matahari bersinar tepat di atas titik tertinggi di langit (kulminasi atas/tengah hari), musibah menerpa sebuah rumah kayu di Desa Sri Pantun, Kecamatan Kongbeng, diamuk secara brutal oleh si jago merah. Nahasnya, api yang membara turut merenggut nyawa salah seorang pemilik rumah.

Korban bernama Hartoyo (72) diketahui tengah dalam kondisi sakit (Stroke) dan dilaporkan berada di dalam rumah seorang diri saat kejadian, sementara anak laki-laki korban yang tinggal bersamanya sedang bekerja di kebun.

Kabar duka itu dibenarkan langsung oleh Komandan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kongbeng, Ibu Mersiana kepada Halokaltim.id saat dikonfirmasi via telepon, Senin (23/2) malam. “Ya betul mas, ada korban jiwa satu orang,” jawab Danpos PMK Kongbeng tersebut kepada jurnalis.

Mersiana mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 12:46, dan baru pada pukul 13.10 sebanyak empat unit armada Disdamkartan Kutim dari gabungan pos Kongbeng dan Muara Wahau tiba dilokasi. Personil Damkar serta warga yang turut membantu langsung melakukan pemadaman kurang dari 15 menit, hingga kobaran api tidak sempat menyebar.

Lebih lanjut, secara teknis kondisi penanganan di lapangan turut disampaikan Komandan Regu Damkar Kongbeng yang saat itu bertugas. “Sampai di sana api sudah gak terlalu besar karena ada warga juga yang membantu sebelum kami tiba. Sekitar 10 menitan lah kita padamkan, terus pendinginan, lalu korban dievakuasi,” ungkap Danru PMK Kongbeng, Kadek, yang juga dihubungi awak media.

Perihal itu, Kadek mengutarakan sejumlah kendala yang menghambat pihaknya melakukan penanganan optimal menuju lokasi kejadian sehingga tak sempat menyelamatkan korban jiwa meski api berhasil dijinakan. “Terdekat itu jalan poros antar desa, jaraknya antara Pos dan TKP sekitar 8 sampai 10 kilometer,” bebernya.

Selain kendala jarak yang cukup jauh, unit armada pemadam kebakaran juga terkendala oleh medan jalan yang sulit. Kadek menunjukan video jalan yang dilewati berupa jalan tanah berbatu di tengah perkebunan sawit yang cukup sempit, seperti blok kebun sawit pada umumnya.

“Yang kami lewati jalannya kayak gitu mas. Karena ini akses terdekat yang bisa dilewati. Soalnya kalo lewat poros jalan aspal lebih jauh lagi,” tutur Kadek.

Adapun sebagai informasi sementara terkait penyebab kebakaran, api diduga berasal dari korsleting listrik pada rumah korban. Bahannya yang dominan terbuat dari kayu membuat api dengan cepat melahap bangunan tersebut. “Karena menurut laporan di rumah itu tidak ada orang selain almarhum korban (Hartoyo) jadi dugaannya kemungkinan korsleting listrik,” pungkasnya.

Penulis: Andika Putra Jaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button