AdvertorialPemkab Kutim

Kutim Naik ke Peringkat 7 Nasional, Program Penanganan Stunting Tunjukkan Progres Signifikan

Kronikkaltim.com – Kutim – Upaya penanganan stunting yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, mengatakan prevalensi stunting di Kutim kini berada pada angka 20,26 persen, dan Kabupaten Kutim menempati urutan ke-7 nasional naik dari peringkat ke-10 sebelumnya.

“Kemarin kita peringkat 10, sekarang peringkat 7. Ini menunjukkan progres melalui program stop stunting,” ujar Ahmad Junaidi.

Meski begitu, Junaidi menegaskan capaian ini belum membuat Pemkab Kutim berpuas diri. Angka 20,26 persen masih tergolong tinggi dan membutuhkan kerja keras lintas sektor untuk menekan jumlah keluarga berisiko stunting, terutama di wilayah-wilayah terpencil.

“Masih banyak PR yang harus kita tuntaskan. Fokus kita adalah menurunkan sampai ke level aman sesuai target nasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berbagai program strategis terus diperkuat, mulai dari intervensi gizi rumah tangga, peningkatan layanan kesehatan ibu anak, pendampingan keluarga prioritas, hingga pemberdayaan ekonomi agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi anaknya.

Selain itu, kolaborasi bersama pemangku kepentingan seperti PKK, pemerintah desa, dan kader posyandu menjadi kunci utama keberhasilan percepatan penurunan stunting di Kutim ke depan.

“Semua pihak harus terlibat, karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga pola asuh, pendidikan, hingga kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Ia menuturkan pihaknya juga memperkuat edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak. Langkah pencegahan melalui edukasi ini menjadi fondasi utama dalam memutus rantai stunting dari akar permasalahan.

“Kadang orang tua tidak tahu bahwa pola makan yang dianggap cukup, ternyata belum memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak. Jadi edukasi itu sangat penting,” pungkasnya.(Adv).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button