HeadlineKutai Timur

Pesan Silaturahmi dan Berbagi Warnai Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Furqan

Kronikkaltim.id – Matahari belum sepenuhnya muncul saat Andika, seorang pria yang menginjak usia 30 tahun, melangkah ke Masjid Al-Furqan, Sangatta Utara. Bersama kakak iparnya, ia membawa sajadah lipat, berjalan di antara jamaah yang semakin memadati area masjid. Udara pagi yang sejuk seakan menambah kekhusyukan momen shalat Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025)

Tak hanya di dalam masjid, halaman dan jalan gang di sekitarnya pun penuh dengan jamaah. Suara takbir berkumandang, menyelimuti suasana dengan rasa syukur dan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Shalat Id dimulai tepat pukul 07.30 WITA, dipimpin oleh imam yang lantunan ayat-ayatnya menggema di setiap sudut.

Dalam khutbahnya, sang khatib menyampaikan pesan yang menyentuh hati, mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen mempererat tali silaturahmi dan berbagi dengan sesama. “Lebaran adalah tentang kembali kepada fitrah, membersihkan hati, dan menjalin kembali hubungan yang mungkin sempat renggang,” ujarnya di atas mimbar.

Di sudut masjid, Muhammad Husaini, Ketua Yayasan Masjid Al-Furqan, berdiri dengan wajah penuh kebanggaan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kutim atas dukungan dalam pembangunan masjid, serta kepada jamaah yang tak henti-hentinya meramaikan rumah ibadah ini.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang diwakili pejabat Pemkab, menyampaikan pesan penting tentang peran masjid yang lebih luas. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat penggerak ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat,” katanya.

Setelah shalat usai, Andika menggenggam tangan iparnya, lalu beranjak menuju kerumunan yang saling berpelukan dan berjabat tangan. Beberapa orang tampak menghapus air mata haru, sementara yang lain berbagi senyum hangat. Di tengah kesederhanaan, ada kebahagiaan yang begitu nyata.

Di berbagai penjuru Kutim, suasana Lebaran terasa begitu kental. Warga berbondong-bondong mengunjungi sanak saudara, bertukar hidangan khas, dan saling mengabadikan momen dengan ponsel mereka. Lebaran bukan sekadar hari raya, melainkan refleksi dari nilai-nilai kebersamaan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button