AdvertorialKutai TimurPemkab Kutim

Dinsos Kutim Terapkan Sistem Desil untuk Ukur Kemiskinan

Kronikkaltim.com – Kutim – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur (Dinsos Kutim) kini menerapkan sistem desil dalam mengukur tingkat kemiskinan masyarakat. Sistem ini digunakan untuk memetakan kondisi ekonomi warga secara lebih akurat agar bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata, menjelaskan sistem desil membagi kelompok masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan dan pengeluaran rumah tangga.

“Desil satu merupakan kategori paling miskin, dengan penghasilan di bawah Rp500 ribu per bulan. Sedangkan desil dua berada pada kisaran Rp500 ribu hingga Rp600 ribu,” ujar Ernata, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2025).

Ia menekankan bahwa penentuan kategori tidak semata berdasar penghasilan, melainkan juga memperhitungkan kondisi sosial ekonomi di lapangan. Data tersebut kemudian diverifikasi bersama pemerintah desa, RT, serta kecamatan untuk menjamin keakuratan.

“Kami sangat mengandalkan kejujuran masyarakat dalam memberikan data. RT dan perangkat desa memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan benar,” ujarnya.

Ernata menambahkan, sumber data kemiskinan di Kutai Timur berasal dari beberapa basis, seperti Pendataan Sosial Ekonomi (SOSEK), Sensus Sosial Ekonomi (SINSUS), dan Pendataan Program Pemerintah (P3K).

Semua data tersebut dikompilasi dan diverifikasi ulang sebelum dimasukkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan penerapan sistem desil ini, pemerintah daerah berharap kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kutai Timur dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan berkeadilan.

“Kunci utama dari pendataan yang baik adalah kolaborasi dan kejujuran dari semua pihak,” pungkasnya.(Adv).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button